August 6, 2010

Dan kamu, kamu sendiri siapa?

Ketika Tuhan berbicara tentang kehebatan-Nya: tentang meninggikan langit tanpa tiang,- beberapa terkencing kencing takut pada-Nya, beberapa terbelalak manggut manggut berdecak terpesona sambil berkata: 'Dengar betapa indah dan hebat firman-Nya. 

Sementara beberapa yang lain berfikir, bertanya dan mencari tahu hingga menemukan sesuatu yang mengikat kuat neutron-proton-elektron, sesuatu yang lembut memeluk galaksi-bintang-bumi-bulan tetap bergerak beriringan bersama, dan sesuatu -gaya- yang lain, yang butuh beberapa lembaran kosong untuk melukiskan keindahannya... Kemudian dengan tersenyum kagum mata berbinar mereka berkata kata tanpa suara, keras menggema dalam dada mereka: 'Engkaulah Tuhan kami Yang Maha Kuasa...'

Maka takdir setiap orang menjadi berbeda, seperti perbedaan bintang yang bersinar dan bulan yang bercahaya. Yang satu terang benderang besar tidak berasal dari dirinya, yang lain kecil berkelip redup namun memiliki ruhnya sendiri. Dan ayah saya berteriak menyela: 'Pemberi manfaat terbesar sejati, yang terang benderang besar dan memiliki ruhnya sendiri, adalah sang matahari, memberi dengan menghancurkan diri, dikenang menjadi besar, lalu menjadi kerdil putih..hingga mati dalam sunyi!'

Lalu, mata saya terantuk pada pada wajah yang hingga akhir hayat berdiri tegar dengan kata kata: "...Akulah lelaki petualang yang mencari kebenaran...Akulah lelaki bebas yang telah mengetahui rahasia wujudnya...Inilah aku. Dan kamu, kamu sendiri siapa?'...Saya pun tertunduk terdiam kehilangan kata...